Politik Kepentingan

Tidak ada kawan dan lawan abadi yang ada hanya kepentingan abadi

Kawan adalah istilah untuk seseorang yang katanya mengerti tentang kita, kenal dengan kita, memahami tentang kita, dan selalu dekat dengan kita. Namun pertanyaannya apakah ada kawan yang selalu ada setiap saat untuk kita? Jawabannya pasti tidak karena kawan bukanlah asisten atau bodyguard kita yang selalu ada setiap kita melakukan aktivitas apapun, kawan juga mempunyai kesibukannya sendiri-sendiri. Kawan juga sangat terikat dengan ruang dan waktu dimana kita tinggal kapan waktu kita bertemu dan lain sebagainya, kawan pun bisa menjadi lawan ketika kawan tersebut sudah tidak sesuai dengan prinsip atau tidak sesuai dengan jalan pikiran kita.

Etika Politik Keutamaan Moral

Etika Politik dan Keutamaan Moral

Pentingnya mengembangkan etika dan  merawat moralitas, karena dalam politik, ada kecenderungan umum, yakni tujuan menghalalkan segala cara ala Machiavelli. Juga karena baik etika maupun moralitas, seperti kata Paul Ricoeur (1990), bertujuan mengarahkan masyarakat, terutama masyarakat politik ke hidup baik bersama dan untuk orang lain dalam rangka memperluas lingkup kebebasan dan membagun institusi-institusi yang adil.

Sebab itu, politikus yang tetap menjaga moralitas dan menjalankan etika politik adalah negarawan yang mempunyai keutamaan-keutamaan moral. Dan politik harus dimengerti oleh setiap politikus sebagai seni yang mengandung kejujuran, kesantunan, dan keintegrasian, karena di situlah letak keutamaan moral.

Apabila setiap politikus berperilaku jujur, santun dan berintegritas, maka Indonesia mudah menggapai. Karena politikus yang demikian, akan mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya.

Negara ini sudah terlalu lama dipraktekkan secara tidak beretika dan sarat dengan suap dan korupsi, sehingga melahirkan politikus dan penguasa yang cacat moral. Banyaknya politikus dan penguasa yang cacat moral disebabkan oleh karena ketiadaan keutamaan moral dalam diri mereka.

Patut disayangkan jika bangsa yang besar ini dihuni oleh banyak politikus yang tidak memiliki keutamaan moral dan berperilaku yang minus etika.  Padahal, posisi mereka sangat sentral, sehingga sebenarnya menjadi cermin yang memancarkan suri  teladan    bagi segenap warga negara.  Bahwa, tingkah laku mereka berpengaruh luas terhadap hajat hidup masyarakat.

Karena posisi itulah, seorang politikus di parpol atau di legislatif harus menunaikan kewajiban politik secara benar dan bertindak menurut norma-norma moral serta nilai-nilai kepatutan yang berlaku di dalam masyarakat. Karena produk kebijakan serta langkah dan perilakunya akan berimplikasi luas terhadap kehidupan masyarakat.

Soalnya, bagaimana bisa diharapkan pelayanan mereka membawa manfaat dan diterima dengan rasa senang dan penuh syukur, jika mereka tidak memiliki keutamaan dan kualitas moral serta standar etika yang memadai?

Tugas Aplikasi Komputer

KOMPAS.com — Seorang anak berusia 14 tahun dikeluarkan dari sekolahnya karena telah membobol (hacking) dan masuk ke sistem komputer sekolah. Padahal, sebelumnya ia menuai pujian dan dikenal sebagai pengembang aplikasi smartphone termuda di Eropa.

Anak itu bernama Aaron Bond asal Inggris. Ia berhasil mengakses informasi rahasia tentang murid dan guru di sekolah, termasuk informasi soal keuangan wakil kepala sekolah. Dia juga mengubah sistem pemesanan ruang komputer sekolah.

Sebelum dikeluarkan, polisi setempat telah melakukan penyelidikan dengan mengambil sampel DNA dan sidik jari Aaron. “Kami mengeluarkan Aaron karena melakukan pelanggaran serius,” kata kepala sekolah Kate Mason.

Menurut beberapa pengamat, langkah sekolah mengeluarkan Aaron adalah tindakan yang berlebihan. Sebagian pihak menyayangkan mengapa sekolah tidak mendidik seorang anak dengan bakat komputasi luar biasa melebihi anak seusianya.

Aaron menyatakan bahwa dirinya menyesal telah melakukan hacking jaringan komputer sekolah. “Jika saya tahu konsekuensinya, saya tidak akan pernah melakukan hal itu,” sesal Aaron.

Ibunda Aaron tampak tidak bisa menerima keputusan sekolah. Ia pun menyayangkan sekolah tidak mau memberi kesempatan kedua kepada anaknya.

Di Eropa, Aaron pertama kali menarik perhatian publik pada tahun 2011 lalu, ketika ia berumur 13 tahun. Si anak jenius ini berhasil membuat game smartphone bertajuk Spud Run, yang kini menjadi game untuk perangkat iOS (iPhone, iPad, dan iPod Touch) dan dibanderol dengan harga 0,99 dollar AS.

Atas prestasi itu, Aaron dijuluki sebagai pengembang aplikasi termuda di Eropa. Dia mempelajari sendiri teknik mengembangkan aplikasi dengan cara menonton tutorial-tutorial di internet. Aaron juga telah membuat situs web sebuah perusahaan ketika ia berumur 6 tahun.

Bagaimana nasib Aaron selanjutnya? Semoga kejadian ini tidak membuatnya kehilangan semangat mengembangkan aplikasi.